eh "KATA-KATA HIKMAH" pada 27 Mei 2011 jam 16:19
Di sebuah
perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an.
Seorang
pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas
mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira
ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi
air dingin ke dalam gelas.
Belum sempat ia minum,
tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: "Hei, kamu tidak boleh minum
air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk
insinyur" Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang
bekerja di perusahaan tersebut.
Remaja itu akhirnya hanya
terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah
dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga
Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan
minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.
Hardikan
itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini
terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah
karena aku pekerja rendahan,sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau
aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti
mereka?
Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam
dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk
membangkitkan "SIKAP POSITIF" . Muncul komitmen dalam dirinya. Remaja
miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam
hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar
ketertinggalannya.
Tidak jarang olok-olok dari teman pun
diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus
SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya
untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang
teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil
memuaskan. Selanjutnya ia pulang kenegerinya dan bekerja sebagai
insinyur.
Kini ia sudah menaklukkan ”rasa sakit”nya,
kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya.
Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah
terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun
karirnya menyusul yang lain. Karirnya melonjak dari kepala bagian,
kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil
direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal
saat itu.
Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil
direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru
jadi bawahannya. Suatu hari insinyur tersebut datang menghadap karena
ingin minta izin libur dan berkata; "Aku ingin mengajukan izin liburan.
Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan
pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas
kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu"
Apa
jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: "Aku ingin
berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau
melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah
izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini.
Kini
sikap positfnya sudah membuahkan hasil, lalu apakah ceritanya
sampaidi sini?
Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini
menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden
Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab.
Tahukan
Anda apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco
(Arabian American Oil Company)perusahaan minyak terbesar di dunia.
Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi
semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilakn 3.4 juta barrels
(540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi
Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak
dan 253 triliun cadangan gas.
Atas prestasinya Ia ditunjuk
Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral
yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.
Ini
adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai
saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.
Terbayangkah,
hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi hal yang positif, isu air
segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak
yang paling berpengaruh di seluruh dunia.
Itulah
kekuatan"SIKAP POSITIF"
Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang
lain berperilaku terhadap kita.
Kita tidak pernah tahu bagaimana
keadaan akan menimpa kita.
Tapi kita sepenuhnya punya
kendali bagaimana menyikapinya.
Apakah ingin hancur karenanya?
Atau bangkit dengan semangat "Bersikap Positif" dan menjadi bagian dari
solusi.
Terima Akh. Rolli Hamso
yang telah mengirimkan kisah ini
http://kata2-hikmah-ofa.blogspot.com/2011/05/air-ini-hanya-untuk-insinyur-kisah.html
http://kata2hikmah0fa.wordpress.com/2011/05/27/1078/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar